Minggu, 06 Mei 2012

Metagenesis Plasmodium dan Reproduksi Protozoa


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam penelitian Protozoa memiliki arti protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,protozoa adalah hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Selain itu, Protozoa adalah organisme yang tersusun atas satu sel sehingga bersifat mikroskopik. Untuk lebih mempermudah mempelajarinya, para ahli biologi mengelompokan protozoa menjadi 4 kelas berdasarkan alat geraknya.
Ukuran protozoa beranekaragam, yaitu mulai kurang dari 10 mikron sampai ada yang mencapai 6 mm, meskipun jarang. Diperairan, protozoa adalah penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organic dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni. Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan, protozoa membungkus diri membentuk sista untuk mempertahankan diri. Bila mendapat lingkungan yang sesuai hewan ini akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang hidup bebas (soliter).
Kajian ilmiah terbukti lalat dan nyamuk merupakan binatang perantara ( vektor ) bagi kehidupan protozoa. Beberapa jenis nyamuk menjadi sangat penting pengaruhnya pada kehidupan manusia dan hhewan lainnya. Penyakit malaria dan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk. Ternyata pada nyamuk Anopheles terdapat spesies protozoa yaitu plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang metagenesis plasmodium dan reproduksi protozoa akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana metagensis Plasmodium dalam tubuh manusia dan nyamuk ?
2.      Bagaimana proses reproduksi Protozoa ?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui metagensis Plasmodium dalam tubuh manusia dan nyamuk.
2.      Untuk mengetahui proses reproduksi Protozoa.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Metagenesis Plasmodium
1. Siklus Hidup
Pada tahun 1898 Ronald Rose membuktikan keberadaan plasmodium pada dinding cerut tengah dan kelenjar liur nyamuk Culex. Atas pertemuan ini ia memenangkan hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1902 yang meski[un sebenarnya penghargaan itu perlu diberikan kepada profesor Italia Giovanni Battista Grassi, yang membuktikan bahwa mamalia manusia hanya bisa disebarkan oleh nyamuk Anopheles.
Siklus hidup plasmodium amatlah rumit. Sporozoit dari liur nyamuk betina yang menggigit disebarkan ke daerah atau sistem limfa penerima. Penting disadari bahwa bagi sebagian spesies vektornya mungkin bukan nyamuk. Nyamuk dalam genus Culex, Anopheles, Culiceta, Mansonia dan Aedes mungkin bertindak sebagai vektor. Vektor yang diketahui kini bagi malaria manusia ( >100 spesies ) yang semuanya tergolong dalam genus Anopheles. Malaria burung biasanya dibawa oleh spesies genus Culex. Siklus hidup plasmodium diketahui oleh Ross yang menyelidiki spesies dari genus Culex.
Sporozoit berpindah ke hati menembus hepatosit yang merupakan tahap dorman bagi sporozoit. Plasmodium dalam hati dikenal sebagai hipnozoit. Dari hepatosit, parasit berkembang bika menjadi ribuan merozoit, yang kemudian menyerang sel darah merah. Disini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk trofozoit dewasa. Pada tahap skizon, parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru, yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sela darah merah baru. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus menerus, tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina (gametosit) (juga dalam daerah), yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina.
Dalam perut tengah nyamuk, gametosit membentuk gamet dan manyuburkan satu sama lain, membentuk zigot motil yang dikenal sebagai ookinet. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah, yang kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. Disini mereka terbelah berali-kali untuk menghasilkan sejumlah besar sporozoit halus memanjang. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk, dimana ia dicucuk masuk ke dalam inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit bergerak ke hati dimana mereka mengulangi siklus ini.
2.      Fase perkembangan plasmodium di dalam tubuh nyamuk dan manusia
Menurut Mukayat Djarubito (Zoologi Dasar )Berbagai plasmodium menyebabkan berjenis-jenis penyakit malaria pada manusia, seperti P. Falciparum yang menyebabkan penyakit malaria tropika ( malaria tersiana maligna ), P. Malariae ( malaria kuartana ). Plasmodium itu berperan sebagai parasit dalam sel darah merah. Ukurannya kira-kira 5 mikron, struktur hidupnya majemuk, terdapat reproduksi aseksual dengan sporulasi pada vertebrata, ada reproduksi seksual pada insekta (nyamuk Anopheles). Ternyata, bukan hanya lumut dan paku yang mengalami metagenesis dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Plasmodium dikenal sebagai parasit dari golongan protozoa yang pada sistem peredaran darah kita sebagai penyebab penyakit malaria yang dibawa oleh nyamuk, pada proses perkembangbiakannya juga terjadi metagenesis. Jika pada lumut dan paku fase gametofit atau seksual dengan pertemuan sel gamet dan fase sporofit atau aseksualnya dengan pembentukan spora, maka pada plasmodium fase aseksualnya dengan membelah diri sehingga dari satu plasmodium dalam waktu singkat akan membelah menjadi individu Baru yang banyak. Fase aseksual ini berlangsung dalam tubuh penderita malaria sedangkan fase seksualnya adalah dengan pembentukan gamet yang berlangsung dalam tubuh nyamuk Anopheles. Pada saat nyamuk yang dalam tubuhnya terdapat plasmodium itu menggigit manusia, manusia tersebut akan terserang penyakit malaria.
Berikut gambar fase perkembangan plasmodium di dalam tubuh nyamuk dan manusia:
Adapun siklus hidup plasmosium mengalami metagenesis, terjadi di dalam tubuh manusia ( reproduksi generatif ; sporogoni ) yang secara lengkap sebagai berikut :
Sporozoit -- > masuk tubuh di dalam hati ( ekstra eritrositer ) --- > Tropozoid --- > merozoid ( memakan eritrosit --- > eritrositer ) --- > eritrosit pecah ( peristiwanya --- > sporulasi ) --- > gametosit --- > terhisap nyamuk --- > zigot ookinet --- > oosis --- > sporozeit.


B.     Reproduksi Protozoa
Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Protozoa hidup di air tawar (selokan, parit, sungai, dan waduk), air laut, permukaan tanah yang lembap, rendaman jerami, dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. Pada keadaan tertentu, Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. Menurut Sugiarti, dkk ( Avertebrata Air Jilid 1 ) protozoa tidak memiliki organ sejati seperti alat pencernaan dan alat reproduksi sebagaimana layaknya metozoa. Akan tetapi sangat menakjubkan bahwa protozoa yang berukuran mikroskopis dan terdiri dari satu sel yang mampu melakukan kegiatan biologis seperti bergerak, makan, bernapas, dan reproduksi. Proses-proses tersebut dilakukan oleh bagian dalam sel yang disebut organel seperti vakuola kontraktil.

Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara :
a.     Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).
b.   Spora,perkembangbiakan aseksual pada kelas sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.
Adapun perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara :
a.      Konjugasi dimana peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya.
b.    Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1. Proses metagenesis palsmodium dalam tubuh manusia dan nyamuk yaitu :
 Sporozoit -- > masuk tubuh di dalam hati ( ekstra eritrositer ) --- > Tropozoid --- > merozoid ( memakan eritrosit --- > eritrositer ) --- > eritrosit pecah ( peristiwanya --- > sporulasi ) --- > gametosit --- > terhisap nyamuk --- > zigot ookinet --- > oosis --- > sporozeit.
Adapun reproduksi protozoa yaitu dibedakan atas :
v  Secara aseksual
v  Secara seksual

B.     Saran
Agar pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik dari makalah sebelumnya dan dapat berjalan lancar, maka sebaiknya dalam pembuatan makalah diperlukan kerja sama dan kekompakkan agar makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita khususnya bagi tim penulis sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Mukayat Djarubito Brotowidjojo. Zoologi Dasar. Yogyakarta : Erlangga, 1989

Subandi. Mikrobiologi Di Perguruan Tinggi Islam. Bandung : Gunung Djati Press, 2010

Sugiarti, dkk. Avertebrata Air. Jakarta : Penebar Swadaya, 2002












Tidak ada komentar:

Posting Komentar