Sabtu, 30 Juni 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Sistem Integumen"


BAB I
PENDAHULUAN  


A.  Latar Belakang
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasika hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup". Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, kulit merupakan organ yang paling luas permukaan yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia.[1]
Cahaya matahari mengandung sinar ultra violet dan melindungi terhadap mikroorganisme serta menjaga keseimbangan tubuh. misanya menjadi pucat, kekuning-kunigan, kemerah-merahan atau suhu kulit meningkat. Ganguan psikis juga dapat mengakibatkan kelainan atau perubahan pada kulit misanya karna stres, ketakutan, dan keadaan marah akan mengakibatkan perubahan pada kulit wajah.[2]
Oleh karena itu, maka dilakukanlah percobaan untuk mengetahui struktur histology dan anatomi dari sistem integument dan derivatnya.

B.  Tujuan Percobaan
Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu untuk mempelajari struktur histology dan anatomi sistem integument dan derivatnya.


C.  Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar dapat mengetahui struktur histology dan anatomi sistem integument dan derivatnya.



[1]Fahmi, 2011, “Makalah Sistem Integumen” Blog Fahmi. http://a-my-blogfahmi. blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-integumen.html (01 Juni 2012).

[2]Ibid.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh, membungkus daging dan organ-organ yang ada di dalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata 2 meter persegi dengan berat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang. Kulit memiliki fungsi melindungi bagian tubuh dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel kulit ari yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat serta pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet matahari.[1]
Kulit terdiri dari lapisan epidermal dan dermal (korium) dan bertumpu di atas jaringan penyambung subdermal. Epidermis merupakan suatu epitel berlapis gepeng, yang pada beberapa bagian tubuh dimodifikasi dengan penambahan lapisan tebal kutikula dan pada bagian-bagian lain karena perkembangan rambut dan kuku. Korium adalah lapisan jaringan penyambung padat di mana terdapat berbagai kelenjar kulit dan folikel rambut. Jaringan subdermal juga berserat, tetapi ia tersusun lebih longgar daripada korium dan umumnya mengandung sel-sel lemak. Tidak ada rambut yang tumbuh pada telapak tangan atau telapak kaki. Mereka tertutup dengan kulit tebal yang terdiri dari dermis dan epidermis atau korium. Pada kulit dari sebagian besar tubuh, lapisan dasar epidermis meluas ke dalam korium untuk membentuk folikel-folikel rambut. Ini paling intensif perkembangannya pada kulit kepala, yang dapat digunakan sebagai contoh kulit berambut.[2]
Kulit dibagi kedalam dua kategori :
1.    Kulit tebal
Dapat dijumpai pada telapak tangan dan telapak kaki. Menurut seorang bangsa scot : Henry Faudlus (1880), kulit dari telapak tangan mempunyai alur yang selalu konstan polanya yang digunakan dalam dactiloscopy atau ilmu merajah tangan (astrologi).dilihat dari penampang meintangnya tampak tidak merata karena adanya papilla dermis yang menonjol ke epidermis. Terbentuknya kulit tebal antara lain :
a.    Mula-mula terjadi pembelahan mitos pada stratum germinativum.
b.    Dilanjutkan denga pedorongan sel-sel hasil pembelahan mitosis ini keluar.
c.    Sel-sel yang terdorong keluar ini akan mengalami proses penandukan (kornivikasi).
d.    Kemudian sel-sel yang telah mengalami penandukan akan terlepaskan.
2.    Kulit tipis
Kulit tipis meliput semua permukaan kulit kecuali pada telapak tangan dan kaki, kulit yang paling tipis terdapat pada kelopak mata ± 0,5 mm, sedangkan yang tertebal di bagian punggung yaitu ± 5 mm. Pada kulit tipis dapat di jumpai : kelenjar keringat, kelenjar keringat , kelenjar lemak atau minyak yang berhubungan dan tidak berhubungan dengan akar rambut.[3]
            Epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang paling menarik untuk diperhatikan dalam perawatan kulit, karena kosmetik dipakai pada bagian epidermis. Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis berukuran 0,05 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Sel-sel epidermis disebut keratinosit. Tidak ada terdapat pembuluh darah pada epidermis. Epidermis melekat erat pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui dinding-dinding kapiler dermis ke dalam epidermis.[4]
Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili). Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut, terus-menerus membelah dalam membentuk batang rambut. Kelenjar palit yang menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandung rambut. Kulit jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat membentuk ketebalan kulit. Ketebalan rata-rata kulit jangat diperkirakan antara 1 - 2 mm dan yang paling tipis terdapat di kelopak mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak kaki. Susunan dasar kulit jangat dibentuk oleh serat-serat, matriksinterfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel.[5]





[1]Dedi, 2011, “Contoh Makalah Sistem Integumen” Blog Dedi. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-integumen.html (27 Mei 2012).

[2]Wisnu Gunarso, Dasar-Dasar Histologi, (Jakarta: Erlangga, 1979), h. 206.
[3]Fahmi, 2011, “Makalah Sistem Integumen” Blog Fahmi. http://a-my-blogfahmi. blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-integumen.html (27 Mei 2012).

[4]Arthur dan Goddman, Kamus Sains Bergambar, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), h. 125.
[5]Syarifuddin, Anatomi Fisiologi, (Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2006), h. 135. 


BAB III
METODELOGI PERCOBAAN


A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini yaitu :
Hari/tanggal            : Rabu/ 06 Juni 2012
Pukul                      : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Zoologi Lantai II
                                 Fakultas Sains dan Teknologi
                                 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                 Samata – Gowa.

B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu papan seksi.
2.      Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu bulu ayam, Human skin/ hair insertion, kuku kucing, kuku manusia, tanduk penyu (Chelonia sp), telapak kuda, dan tanduk kambing.


C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :
1.      Pengamatan struktur histology folikel rambut
a.       Mengamati penampang melintang/ membujur dari folikel rambut.
b.      Memperhatikan bagian-bagian, yaitu batang rambut, epidermis, kelenjar minyak, merektorus pilorum, akar rambut, folikel rambut, bulbus rambut, papilla rambut dan matriks rambut.
2.      Pengamatan struktur anatomi sisik tanduk
a.       Mengamati bagian carapace: pelat-pelat marginal, nukhal, neural, pigal dan pelat-pelat kostal.
b.      Mengamati plastron: gular, humelar, pectoral, abdominal, femoral dan anai.
c.       Menggambar hasil pengamatan anda.
3.      Pengamatan struktur bulu
a.       Mengamati bagian-bagian buku jenis pulma. Menentukan bagian-bagian kalamus veksilum, umbilicus inferior, umbilicus superior, rachis, radii dan radioli.
b.      Mengamati jenis-jenis bulu berdasarkan strukturnya (pluma, plumula, dan filopluma).
c.       Menggambar hasil pengamatan anda.


4.      Pengamatan integument dan derivate
a.       Mengamati secara seksama bagian-bagian tori (bantal-bantal kaki) pada berbagai hewan mamalia (kucing, kera dan kelinci). Menentukan digital tori, integrital tori, hypotenal torus, dan thenar torus.
b.      Mengamati bagian-bagian telapak kambing, kerbau dan sapi. Menunjukkan unguis, distal phalanx dan sub unguis.
c.       Mengamati bagian-bagian tanduk pada beberapa hewan pemamah biak, seperti kambing, kerbau, dan sapi. Menunjukkan epidermal horn, prong dan bony core.
d.      Mengamati bagian-bagain kuku pada manusia, seperti ujung kuku, badan kuku, lunula, eponychium dan akar kuku.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.  Hasil Pengamatan
1.      Pengamatan struktur histology folikel rambut (Human skin/ Hair insertion)
Keterangan :
1.      Epidermis
2.      Arrector pili muscle
3.      Hair muscle
4.      Hair bulb
5.      Hair papilla
6.      Dermis
7.      Hair shaft


2.      Pengamatan struktur anatomi sisik tanduk (tanduk penyu)
a.       Bagian Carapace (dorsal)
keterangan:
1.      Marginal (M)
2.      Nukhal (Nu)
3.      Costal (C)
4.      Neural (N)
5.      Pigal (P)
b.      Bagian Plastron (ventral)
Keterangan :
1.      Gular (G)
2.      Humeral (H)
3.      Pectoral (P)
4.      Abdominal (A)
5.      Femoral (F)
6.      Anal (A)





3.      Pengamatan pada strktur bulu ayam (bulu ayam)
a.       Pluma









Keterangan :
1.      Umbilicus inferior
2.      Ramii
3.      Radioli
4.      Radii
5.      Kalamus
6.      Umbilicus superior
7.      Rakhis (batang bulu)
8.      Veksilum




b.      Plumula
Keterangan :
1.      Veksilum
2.      Rachis (batang bulu)
3.      Kalamus
4.      Umbilicus superior



c.       Filopluma
Keterangan :
1.       Rachis
2.      Ramii
3.      Radiola
4.      Kalamus
5.      Veksilum






4.      Pengamatan integument dan derivatnya (tanduk kambing, tapak kuda, kuku manusia dan kuku kucing)
a.       Tanduk kambing
keterangan :
1.      Epidermis horn
2.      Bonny core
3.      Frog




b.      Tapak kuda
Keterangan :
1.      Phalanges
2.      Unguis
3.      Distal phalanges
4.      Subunguis







Bantalan kaki kuda
                                                                        Keterangan :
1.      Unguis
2.      Subunguis
3.      Frog



c.       Kuku manusia
keterangan :
1.      Ujung kuku
2.      Badan kuku
3.      Lanula
4.      Akar kuku

d.      Kuku kucing
keterangan :
1.      Digital tori
2.      Kuku



B.  Pembahasan
1.      Pengamatan struktur histology folikel rambut (Human skin/ Hair insertion)
Proses pertumbuhan rambut dimulai dengan pembentukan sel-sel baru di bagian akar rambut. Sel-sel tersebut kemudian membentuk batang yang kemudian tumbuh ke luar kulit. Saat tumbuh ke luar, sel-sel itu berhenti menyerap nutrisi dan mulai menghasilkan keratin (sejenis protein). Proses ini dinamai keratinisasi. Saat keratinisasi, sel-sel rambut pun mati. Bersama keratin, sel-sel mati itu kemudian membentuk batang rambut. Tidak ada rambut yang tumbuh pada telapak tangan atau telapak kaki. Mereka tertutup dengan kulit tebal yang terdiri dari dermis dan epidermis atau korium. Setiap helai rambut memiliki tiga lapisan, yaitu medula di bagian lembut di tengah, korteks yang melingkari medula dan merupakan bagian utama rambut, serta kutikula yaitu bagian luar yang keras dan bertugas melindungi batang rambut. Selain itu, terdapaut juga matriks rambut yang merupakan sel-sel rambut yang tepat berbatasan dengan papilla rambut. Adapun bagian-bagian dari folikel rambut yaitu :
a.    Hair shaft atau batang rambut adalah bagian rambut yang keluar dari dan berada di atas permukaan kulit.
b.    Arrector pili muscle atau otot arektor pili adalah otot kecil yang menempel di folikel rambut.
c.    Sebaceous gland atau kelenjar minyak adalah kelenjar mikroskopis yang berfungsi mengeluarkan sebum (minyak) dan berfungsi sebagai perlindungan terhadap kuman.
d.    Hair follicle atau folikel rambut adalah kantung kecil tempat akar satu helai rambut berada.
e.    Hair bulb atau bulbus rambut adalah bagian akar yang menggelembung dan mengandung sel-sel aktif yang membentuk rambut.
f.      Hair papilla atau papila rambut adalah bagian yang berada di folikel paling bawah dan bertugas menerima nutrisi dari folikel. Di sinilah tempat rambut sesungguhnya bertumbuh. Ketika sel-sel bertambah dan memproduksi keratin untuk mengeraskan strukturnya, sel-sel itu didorong ke luar folikel dan kemudian muncul di permukaan kulit sebagai batang rambut.[1]
2.      Pengamatan anatomi sisik tanduk penyu (Chelonia sp)/ kura-kura
a.    Carapace
Pada pengamatan ini yaitu pada pengamatan sisik tanduk kura-kura yaitu pada bagian carapace (dorsal) terdiri atas nukhal yang merupakan suatu seri dari pelat-pelat tanduk yang letaknya di tengah dari depan belakang berturut-turut yang terletak di bagian atas (antara marginal) berjumlah satu buah. Marginal yang merupakan bagian-bagian yang menjadi pinggir perisai yang berbentuk segi empat dan berjumlah 22. Kostal yang terletak diantara neural dan marginal dan bersatu dengan rusuk. Pigal yang terletak dibagian belakang di antaraa marginal dan berjumlah dua buah serta neural yang terletak di tengah dan diantara pelat-pelat konstrak, dibagian depan juga berbatasan dengan pigal dan neural berjumlah lima.[2]
b.    Plastron
Pada pengamatan ini, Plastron (ventral) terdiri atas gular yang merupakan bagian luar yang paling kecil dan letaknya paling depan dan berjumlah dua buah. Humeral yang merupakan bagian yang terletak diantara gular dan pectoral yang berjumlah dua buah. Pectoral yang terletak diantara humeral dan abdominal serta memiliki jumlah sepasang. Dimana abdominal terletak diantara pectoral dan femoral yang merupakan bagian yang paling besar dari plastron dan berjumlah dua buah serta anal yang terletak paling belakang (setelah femoral) dan berjumlah dua buah.[3]
3.      Pengamatan struktur bulu ayam
Pada pengamatan ini terdiri atas 3 macam bulu yaitu :
a.       Pluma
Menutupi pada daerah tertentu pada tubuh. Pada bagian sayap disebut remiges, pada ekor disebut retises. Terdiri atas:
1.    Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
2.    Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
3.    Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
4.    Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.
5.    Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae.[4]
b.      Plumula (Down-feather)
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumula mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang pendek. Terdiri atas :
1)   Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae.
2)   Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
3)   Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
4)   Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
5)   Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.[5]
c.       Filopluma (Hair-feather).
Fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.[6]
4.      Pengamatan integument dan derivatnya (tanduk kambing, tapak kuda , kuku manusia dan kuku kucing)
a.       Tanduk kambing
Pada pengamatan ini yang diamati adalah tanduk kambing. Pada pengamatan terdapat epidermal horm, rambut dan bony core. Epidermal horm adalah Tanduk biasanya memiliki melengkung atau spiral bentuk, sering dengan pegunungan atau beralur. Tanduk mulai tumbuh segera setelah lahir, dan terus berkembang sepanjang kehidupan hewan, pertumbuhan serupa pada bagian lain dari tubuh tidak biasanya disebut tanduk, tapi taji, cakar atau kuku, tergantung pada bagian tubuh yang mereka terjadi. Kemudian rambut merupakan turunan dari kulit, terdiri atas batang rambut yaitu bagian rambut yang tersembul dari permukaan kulit. Akar rambut yaitu bagian rambut yang terbenam di dalam kulit. Folikel rambut, yaitu epitel yang membungkus akar rambut. Bulbus rambut adalah bagian akar rambut yang membesar. Matriks rambut yaitu sel-sel rambut yang tepat berbatasan dengan papilla rambut.[7]
b.      Tapak kuda
             Pada pengamatan ini, menggunakan telapak kaki kuda tampak terlihat adanya unguis, subunguis dan frog. Struktur bagian kaki bawah seekor kuda terdiri atas: ligament (proximinal digital annular ligament, palmer digital ligament serta suspensory ligament), tendons (superficial tendons, deep flexor tendons, serta digital extension tendons) serta tulang (splint bones, canon bones) dan kuku (hoof). Kaki bagian bawah depan dan belakang memiliki struktur yang sama..[8]
c.       Kuku manusia
Pada pengamatan ini yang diamati adalah kuku. Pada percobaan terdapat ujung kuku, lunula, lempeng kuku dan kutikula. Kuku tersusun atas Protein yang mengeras disebut keratin. Fungsinya sebagai pelindung ujung jari tangan dan jari kaki. Lempeng kuku (LK) berbentuk empat persegi panjang, keras, cembung ke arah lateral dan dorsal, transparan, terletak di dorsalo paling distal. LK terbentuk dari bahan tanduk yang tidakm mengalami deskuanasi tetapi tumbuh ke arah dorsal untuk waktu yang tidak terbatas. Lanula atau bilan sabit terletak di poroksimal LK.[9]
Lunula merupakan ujung akhir matriks kuku. Warna putih lunula disebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel kasar kuku dan kurang melekatnya epitel dibawahnya sehingga transmisi warna pembuluh darah kurang dipancarkan. Daerah di bawah LK disebut hiponikium. Alur kuku dan lipat kuku merupakan batas dan pelindung kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan epidermis, bersama kuku yang melindungi matriks kuku. Produk akhirnya adalah kutikel. Pada matriks kuku terdapat sel melanosit.[10]
d.      Kuku kucing
Pada pengamatan ini, menggunakan bahan kaki kucing, pada bahan ini terdapat cakar, bulu, digital tori dan inti digital tori. Tori merupakan nodifikasi dari epidermis yang terdiri dari serabut-serabut elastis dan lemak. Digital tori ini terletak tepat dibagian bawah kuku dan berjumlah lima buah. Tori berfungsi untuk mempermudah gerakan pada mamalia.[11]



[1]Anonim, 2012, “Laporan Struktur Hewan Sistem Integumen” Blog Anonim. http://goresantangansederhana.  blogspot. com/2012/05/laporan-struktur-hewan-sistem-integumen. html (02 Juni 2012).
[2]Mjumani, 2009, Zoologi Invertebrata, Blog Mjumani. http://mjumani.blogspot.com/ 2009/07/zoologi-vertebrata. html (02 Juni 2012).
[3]Ibid.
[4]Mjumani., Loc. cit.
[5]Mjumani., Loc. cit.
[6]Ibid.
[7]Anonim, 2012, “Laporan Struktur Hewan Sistem Integumen” Blog Anonim. http://goresantangansederhana. blogspot. com/2012/05/laporan-struktur-hewan-sistem-integumen. html (02 Juni 2012).
[8]Ibid.
[9]Ibid.
[10]Anonim,. Loc. cit.
[11]Ibid.

 
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 


A.  Kesimpulan
Kulit berfungsi sebagai pelindung terhadap faktor eksterna seperti sentuhan, perubahan iklim dan lain-lain. Kulit selain terdiri dari lapisan epidermis dan dermis dengan masing-masing lapisannya, kulit juga bisa membentuk modifikasi pada tubuh yang dikenal dengan istilah derivat. Bulu adalah struktur paling rumit pada Vertebrata. Sebagaimana rambut, kuku dan sisik, bulu adalah tambahan integumenter; organ kulit yang terbentuk dari pembiakan terkendali sel biologis dalam epidermis, atau kulit luar, yang menghasilkan protin keratin. Dalam ilmu zoologi, sisik umumnya merujuk kepada keping-keping kecil yang kaku, yang tumbuh di kulit binatang sebagai pelindung tubuhnya. Misalnya pada ikan, kadal atau ular. Kupu-kupu juga memiliki sisik, yakni keping-keping amat kecil di atas sayapnya, yang mudah rontok dan berfungsi untuk membentuk pola warna di atas sayap tersebut.Sisik-sisik pada hewan, secara struktur umumnya merupakan bagian dari sistem integumen, yakni penutup luar tubuh binatang.

B.  Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan untuk praktikum ini yaitu sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mengamati bahan pengamatan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemberian keterangan pada gambar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Laporan Struktur Hewan Sistem Integumen. http://goresantangansederhana.blogspotcom/2012/05/laporan-struktur-hewan-sistem-integumen. html (Di akses pada 02 Juni 2012).        

Arthur dan Goddman. Kamus Pintar Bergambar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Dedi, 2011. Contoh Makalah Sistem Integumen. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-integumen.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Fahmi, 2011. Makalah Sistem Integumen. http://a-my-blogfahmi. blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-integumen.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Gunarso, Wisnu. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga, 1979.   

Syarifuddin. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran, 2006.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar