Sabtu, 30 Juni 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Jaringan Otot"


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang 
            Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot  diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut. Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh, terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan konstraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls).[1]
            Di dalam sitoplasmanya ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang bejalan menurut panjang serabut otot. Pada beberapa jenis otot, miofibril terdiri atas lempeng-lelmpeng terang dan gelap secara bergantian. Semua segmen gelap letaknya bersesuaian, demikian pula dengan segmen terangnya. Miofibril tersusun atas protein-protein kontraktil yaitu aktin dan myosin. Pada dasarnya jaringan otot terdiri atas sel-sel otot yang sering disebut serabut-serabut otot. Jaringan otot pada dasarnya juga mengandung jaringan ikat yang biasanya menyelubungi otot.[2]
            Oleh karena itu, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui struktur histologi dari jaringan otot dan juga bagian-bagian dari jaringan otot.

B.  Tujuan Percobaan
            Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu untuk mengetahui struktur histologi dari jaringan otot.

C.  Manfaat Percobaan
            Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar dapat mengetahui struktur histologi dari jaringan otot.



[1]Aqsha, 2012, “Laporan Praktikum Jaringan Otot,” Blog Aqsha. http://aqshabiogger2010. blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-jaringan-otot.html (22 Mei 2012).
[2]Ibid.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Jaringan otot secara langsung mampu menghasilkan gerakan. Sel-sel jaringan lain dapat pula bergerak, tetapi pergerakannya kurang terintegrasi. Hanya kumpulan sel-sel yang mampu menciptakan gerakan kuat melalui progress kontraksi dengan gerakan searah yang dilakukan oleh otot. Sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangun khusus yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi. Bentuknya memanjang seperti kincir, membentuk serabut. Berdasarkan bentuk serta bangunnya, sel otot disebut serabut otot (myofibers). Tetapi serabut otot tentu berbeda dengan serabut ikat, karena serabut jaringan ikat bersifat ekstraselular, berbeda dengan sel. Istilah umum yang dipakai adalah myo- (otot) dan serko- (daging).[1]           
Sel- sel otot terspesialisasi untuk kontraksi yaitu, mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang, dan memungkinkan sel – sel untuk memendek. Sel – selnya sering kali disebut serat – serat otot. Bila suatu serat otot  berkontraksi, ia menjadi lebih pendek dan lebar. Hal ini juga berlaku untuk setiap sarkomer “filament yang menyelip”. Sekarang telah diterima secara umum sebagai mekanisme yang bertanggung jawab untuk kontraksi otot. Pada dasarnya mekanisme, mekansme ini melibatkan suatu perubahan dalam kedudukan relative dari filamen – filament aktin dan myosin. Rangsangan suatu otot mengakibatkan kontraksi semua myofibril bersama – sama sampai tingkat maksimal. Ini dikenal sebagai hukum semua atau sama sekali tidak (all or none). Untuk beberapa waktu telah diketahui bahwa kontraksi itu (sebagian) tergantung pada terdapatnya ion kalsium dalam sarkoplasma yang mengelilingi myofibril.[2]
Pada mamalia dapat dibedakan atas tiga jenis dari jaringan otot berdasarkan sifat-sifat morfologis dan fungsional yaitu sebagai berikut :
1.    Otot polos
Otot polos terdiri dari kumpulan sel fusiformis, yang di dalam mikroskop cahaya tidak memperlihatkan garis melintang sebagai bentu bundar kecil (5-10 µm). proses kontraksinya lambat dan tidak di bawah pengendalian kemauan sadar. Setiap sel memiliki suatu nukleus pipih yang khas terletak di bagian sentral. Pada sel yang sedang berkontraksi nukleus tersebut sering terlipat. Otot polos biasanya mempunyai kegiatan spontan bila tidak ada perangsangan saraf. Oleh karena itu, suplai sarafnya berfungsi untuk mengubah kegiatan tersebut dan tidak memulainya.
2.    Otot rangka
Otot rangka bergaris melintang terdiri atas berkas-berkas sel silindris sangat panjang (sampai 4 cm) yang berinti banyak yang memperlihatkan garis-garis melintang dengan diameter 10-100 µm dan disebut serabut otot. Inti banyak tersebut disebabkan oleh persatuan mioblas embrionik berinti tunggal. Nukleus bujur telur biasanya ditemukan di bagain perifer sel, yaitu di bawah membran sel. Lokasi inti yang khas ini berguna dalam membedakan otot rangka dari otot jantung, dengan inti yang terletak di tengah. Kontraksinya cepat, kuat dan biasanya di bawah pengendalian kemauan yang disadari.
3.    Otot jantung
Otot jantung juga memperlihatkan garis-garis melintang dan terdiri dari sel-sel individual yang panjang atau bercabang-cabang yang berjalan sejajar satu sama lain. Pada tempat perhubungan ujung ke ujung terdapat diskus interkalaris, struktur yang hanya ditemukan di dalam otot jantung inti. Inti terletak ditengah. Kontraksi otot jantung tidak di bawah pengaruh kemauan secara sadar, kuat dan berirama.[3]
            Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut myofibril. Adanya myofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik tampak tersusun sebagai pita – pita yang sejajar, inti banyak  dan terletak pada bagian perifer di bawah sarkolemma. Myofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian dan tampak sebagai garis – garis gelap terang. Diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar yang disebut endomesium.
Pada otot polos, inti lonjong dan terletak di tengah, myofibrilnya homogeny sehingga tidak tampak adanya keeping gelap dan terang. Berbeda dengan otot jantung memiliki garis – garis melintang, namun tidak sejelas otot lurik. Pada tempat tertentu terdapat kepng – keeping interkalar.[4]
            Ada beberapa bagian dari otot yaitu :
1.    Sarkolema
Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot.
2.    Sarkoplasma
Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada.
3.    Miofibril
Miofibril merupakan serat-serat pada otot.
4.    Miofilamen
            Miofilamen adalah benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril. Miofibril terbagi atas 2 macam, yakni :
a.       Miofilamen homogen (terdapat pada otot polos).
b.      Miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot lurik).[5]




[1]Delmann dan Brown, Buku Teks Histologi Veteriner I (Cet. III; Jakarta: UI Press, 1987), h. 145.
                [2]Aqsha, 2012, “Laporan Praktikum,” Blog Aqsha. http://aqshabiogger2010.blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-jaringan-otot.html (25 Mei 2012).
[3]Yusminah Hala, Biologi Umum 2 (Makassar: Alauddin Press, 2007), h. 89.
[4]Villee, Walker dan Barnes, Zoologi Umum, Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 1984), h. 96.
[5]Anonim, 2010, “Defenisi Jaringan Otot”, Blog Anonim. http://artikel-makalahpend. blogspot. com/2010/04/definisipengertian-jaringan-otot-serta.html (25 Mei 2012).


BAB III
METODELOGI PERCOBAAN

A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini yaitu :
Hari/tanggal            : Rabu/ 30 Mei 2012
Pukul                      : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Zoologi Lantai II
                                 Fakultas Sains dan Teknologi
                                 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                 Samata – Gowa.

B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu mikroskop elektron.
2.      Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu Cardiac Muscle, Nonstriated teasted muscle, dan Striated muscle.





C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Mengamati bahan satu persatu dibawah mikroskop
3.      Menggambar hasil pengamatan dan memperhatikan perbesaran yang digunakan, mewarnai dan memberi keterangan.
4.      Membersihkan meja praktikum sebelum meninggalkan laboratorium.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



A.  Hasil Pengamatan 
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Pengamatan otot jantung (Cardiac muscle)
Perbesaran : 4 x 0,10
Keterangan :
1.      Serabut otot
2.      Inti sel
3.      Cakram interkalar










Gambar referensi
Keterangan :
1.      Serabut otot
2.      Inti sel
3.      Cakram interkalar






2.    Pengamatan otot lurik (Striated teased muscle)
Perbesaran : 4 x 0,10
                                                                           Keterangan :
1.      Inti sel
2.      Serabut otot







Gambar referensi
                                                                                     Keterangan :
1.      Myofibril
2.      Inti sel
3.      Sarkomer
4.      Serabut otot



               (http://biologigonz.blogspot.com)
3.    Pengamatan otot polos (Nonstriated teased muscle)
Perbesaran : 4 x 0,10
                                                                           Keterangan :
1.      Inti sel
2.      Serabut otot







Gambar referensi
                                                                                                Keterangan :
1.      Inti sel
2.      Serabut otot






B.  Pembahasan
1.      Pengamatan otot jantung (Cardiac muscle)
Otot jantung, juga berlurik, memiliki ciri kontraktif yang serupa dengan otot rangka. Akan tetapi, berbeda dari otot rangka, serat otot jantung bercabang dan saling berhubungan melalui cakram berinterkalar, yang membantu menyerentakkan denyut jantung. kemampuannya berkontraksi secara ritmis dan secara terus–menerus sebagai akibat dari aktivitas sel otot jantung yang berpautan. kurang jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan anak kecil. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.[1]
Pada pengamatan ini, terlihat serabut otot yang merupakan pengendali dari myofibril yang sebagai elemen kontraktil pada sel otot, terdapat pula inti sel yang merupakan pusat pengendali seluruh kegiatan sel (nukleus) dan cakram berintekalar yang merupakan garis-garis khusus hubungan atau pertemuan antara serabut otot yang dibentuk oleh membrane sel.[2] Adapun yang membedakan pada kedua gambar yaitu karena preparat telah rusak sehingga letak-letak kedua gambar berbeda.
2.      Pengamatan otot lurik (Nonstriated teased muscle)
            Pada pengamatan pertama dibawah mikroskop dengan preparat awetan otot lurik tampak serabut otot yang merupakan pusat pengendali dari myofibril yang merupakan elemen kontraktil pada otot polos untuk menjalankan fungsinya. Terdapat pula inti sel atau nucleus yang merupakan pusat atau pengendali dari seluruh kegiatan sel.[3]
             Adapun pada gambar dari internet terdapat myofibril yang merupakan elemen kontraktil pada otot polos, inti sel yang merupakan pisat pengendali kegiatan sel, dan juga sarkomer yang merupakan membrane sel otot yang dibungkus oleh jaringan ikat yang mengandung serabut kolagen (endomisium). Serabut otot merupakan pengendali dari myofibril. Perbedaan pada kedua gambar disebabkan karena preparat yang telah ada rusak atau karena adanya kesalahan pada saat pengamatan.
3.      Pengamatan otot polos (Striated teased muscle)
Otot polos, dinamai demikian karena otot ini tidak memiliki penampilan berlurik, ditemukan dalam dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri dan organ internal lainya. Sel–sel itu berbentuk gelondong. Otot polos berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam jangka lama. Pada pengamatan ini, nampak inti sel yang merupakan pusat pengendali dari seluruh kegiatan sel. Terdapat pula serabut otot yang merupakan pengendali dari myofibril yang juga elemen kontraktil pada otot. Adapun pada pengamatan dari gambar internet, sama halnya dengan gambar pengamatan. Dimana, terdapat inti sel yang merupakan pusat pengendali sel dan juga serabut otot yang merupakan pengendali myofibril. [4]

            



[1]Aqsha, 2012, “Laporan Praktikum Jaringan Otot” Blog Aqsha. http://aqshabiogger2010. blogspot.com/2012/02/laporan-jaringan-otot.html (25 Mei 2012).

[2]Ibid.

[3]Ibid.

[4]Ibid.


BAB V
PENUTUP

 
A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah jaringan otot terdiri atas beberapa otot yaitu, otot lurik, otot jantung dan otot  polos. Otot lurik yang diletakkan ke tulang oleh tendon bertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Otot jantung sel-selnya bercabang dan setiap ujung sel dihubungkan dengan cakram berinterkalar, yang merelai sinyal dari satu sel ke sel yang lain dalam satu waktu denyutan jantung. Otot polos berkontraksi lebih lambat dalam jangka waktu yang lama dan dikontrol oleh saraf.
Perbedaan spesifik dari ketiganya adalah otot lurik mengandung keping gelap dan terang, diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar. Otot polos intinya lonjong dan terletak di tengah dan miofibrilnya homogen. Otot jantung intinya terletak ditengah, sel-selnya panjang dan bercabang, memiliki garis-garis melintang, namun tidak sejelas otot lurik.

B.  Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan lebih teliti dalam meliht objek yang di amati  dan tepat  dalam menggunakan mikroskop.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Defenisi Jaringan Otot. http://artikel-makalahpend.blogspot. com/2010/04/definisipengertian-jaringan-otot-serta.html (Di akses pada 25 Mei 2012). 

Aqsha, 2012. Laporan Praktikum Jaringan Otot. http://aqshabiogger2010. blogspot. com/2012/02/laporan-praktikum-jaringan-otot.html (25 Mei 2012).

Delmann dkk. Buku Teks Histologi Veteriner I. Jakarta: UI Press, 1987.
Hala, Yusminah. Biologi Umum II. Makassar: Alauddin Press, 2007.
Ville dkk. Zoologi Umum Jilid I. Jakarta: Erlangga, 1984.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar