Sabtu, 30 Juni 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Sistem Pencernaan"


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus.[1]
Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel. Adapun hal yang melatarbelakangi praktikum ini yaitu untuk mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas pisces, reptilian, amfibi, aves, mamalia.[2]

B.  Tujuan Percobaan  
Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu untuk mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas Pisces, Amphibi, Aves, Reptilia dan Mamalia.

C.  Manfaat Percobaan
Adapun manfaat pada percobaan ini yaitu mengetahui macam-macam sistem pencernaan pada kelas Pisces, Amphibi, Aves, Reptilia dan Mamalia.


[1]Aqsha, 2012, “Laporan Praktikum Sistem Pencernaan” Blog Aqsha.http://aqshabiogger2010. blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-sistem-pencernaan.html (07 Juni 2012).

[2]Aqsha,.  loc. cit.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


           Sistem pencernaan pada hewan invertebrata umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protozoa, porifera, dan Coelenterata. Pencernaan dilakukan dalam alat khusus berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan dilakukan dengan cara absorbsi langsung melalui kulit. Vakuola makanan, organel seluler dimana enzim hidrolitik merombak makanan tanpa mencerna sitoplasma sel sendiri, adalah kompartemen yang paling sederhana. Protista heterotrofik  mencerna makanannya dalam vakuola makanan, umumnya setelah menelan makanan melalui fasogositis atau pinositis.[1]
Vakuola makanan menyatu dengan lisosom, yang merupakan organel yang mengandung enzim hidrolitik. Keadaan ini akan memungkinkan makanan tercampur dengan enzim, sehingga percenaan terjadi secara aman di dalam suatu kompartemen yang terbungkus oleh membran. mekanisme pencernaan ini disebut pencernaan intraseluler. Pada sebagian hewan, paling tidak beberapa hidrolisis terjadi melalui pencernaan ekstraseluler, yaitu perombakan makanan di luar sel. Pencernaan ekstraseluler terjadi di dalam kompartemen yanhg bersambungan, melalui saluran-saluran, dengan bagian luar tubuh hewan. Banyak hewan dengan tubuh relatif sederhana memiliki kantung pencernaan dengan pembukaan tunggal. Kantung ini yang disebut rongga gastrovaskuler berfungsi dalam pencernaan dan distribusi nutrient ke seluruh tubuh.[2]
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Kelenjar pencernaan pada ikan , meliputi hati dan pankreas.      
Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan , terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yan g menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam  kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.[3]
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hamper sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung  bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine.[4]
Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilakn enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum. Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan bukung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan burung dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudiang menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.  Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdinding tebal.[5]
Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka. Tidak berbeda dengan hewan sebelumnya, letak perbedaan hanya pada struktur giginya, pada kelinci makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung, pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Kemudian menuju ke usus dan bermuara pada anus.[6]




[1]Nature, 2012, “Laporan Fiswan Sistem pencernaan” Blog Nature. http://naturelovers-biomuli. \blogspot.com/2012/05/laporan-fiswan-sistem-pencernaan.html (09 Juni 2012).
[2]Dedi, 2011, “Contoh Makalah Sistem Pencernaan” Blog Dedi. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-pencernaan.html (27 Mei 2012).
[3]Syarifuddin, Anatomi Fisiologi (Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2006), h. 155.

[4]Wisnu Gunarso, Dasar-Dasar Histologi (Jakarta: Erlangga, 1979), h. 215.
[5]Fahmi, 2011, “Makalah Sistem Pencernaan” Blog Fahmi. http://a-my-blogfahmi.blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-pencernaan.html (27 Mei 2012).

[6]Arthur dan Goddman, Kamus Sains Bergambar (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), h. 145.


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN


A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini yaitu :
Hari/tanggal            : Rabu/ 13 Juni 2012
Pukul                      : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Zoologi Lantai II
                                 Fakultas Sains dan Teknologi
                                 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                 Samata – Gowa.

B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu papan seksi dan alat bedah.
2.      Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu ikan mas (Cyprinus carpio), katak (Rana cancarivora), kelinci (Cavia coboya) dan ayam (Gallus gallus).


C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :
1.      Pengamatan sistem pencernaan pada Pisces
a.       Membedah Ikan Mas dan mengamati sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus, hati, pancreas, dan kantung empedu.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda.
2.      Pengamatan sistem pencernaan amfibi
a.       Membedah katak dan mengamati sistem pencernaan yang ada mulai dari rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda.
3.      Pengamatan sistem pencernaan pada Aves
a.        Membedah merpati dan mengamati sistem pencernaan yang ada mulai dari paruh, rongga mulut, faring, lambung, intestinum dan kloaka.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda.
4.      Pengamatan sistem pencernaan pada Mamalia
a.       Membedah marmot dan mengamati sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus dan anus.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.  Hasil Pengamatan
1.      Sistem pencernaan Pisces = Ikan Mas (Cyprinus carpio)
a.       Anatomi  Cyprinus carpio
Keterangan :
1.      Lambung (Ventriculum)
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Mulut (Cavum oris)
4.      Kantung Empedu (Vesica felia)
5.      Hati (Hepar)
6.      Pankreas (Pancreas)
7.      Usus (Intestine)
8.      Anus

b.      Gambar pembanding Cyprinus carpio















                        Keterangan :  
1.      Lambung (Ventriculum)
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Mulut (Cavum oris)
4.      Kantung empedu (Vesica felia)
5.      Hati (Hepar)
6.      Pankreas (Pancreas)
7.      Usus (Intestine)
8.      Anus

  
2.      Pengamatan sistem pencernaan Amphibi = Katak (Rana cancarivora)  
a.       Anatomi Katak (Rana cancarivora)  
Keterangan :
1.    Mulut (Cavum oris)
2.    Kerongkongan (Esophagus)
3.    Pankreas (Pancreas)
4.    Lambung (Ventriculum)
5.    Ginjal (Ren)
6.    Kloaka (Cloaca)
7.    Usus besar (Intestine resum)
8.    Usus halus (Intestine tenuae)
9.    Empedu (Vesica felia)
10.     Hati (Hepar)



b.      Gambar pembanding Katak (Rana cancarivora)


Keterangan :
1.     Mulut (Cavum oris)
2.     Kerongkongan (Esophagus)
3.     Pankreas (Pancreas)
4.     Lambung (Ventriculum)
5.     Ginjal (Ren)
6.     Kloaka (Cloaca)
7.     Usus besar (Intestine resum)
8.     Usus halus (Intestine tenuae)
9.     Empedu (Vesica felia)
10. Hati (Hepar)

                                                                                   
3.      Pengamatan sistem pencernaan Reptilia = Buaya muara (Crocodylus porosus)  
a.       Anatomi Crocodylus porosus














Keterangan:  
1.      Hati (Hepar)
2.      Testis
3.      Ginjal (Ren)
4.      Kloaka (Cloaca)
5.      Usus (Intestine)
6.      Trakea (Trachea)
7.      Kerongkongan (Esophagus)

b.      Gambar pembanding Crocodylus porosus









             Keterangan : 
1.      Hati (Hepar)
2.      Testis
3.      Ginjal (Ren)
4.      Kloaka (Cloaca)
5.      Usus (Intestine)
6.      Trakea (Trachea)
7.      Kerongkongan (Esophagus)

4.      Pengamatan sistem pencernaan Aves = Ayam (Gallus gallus)
a.       Anatomi Gallus gallus
Keterangan :
1.      Mulut (Cavum oris)
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Usus besar (Intestinum tenuae)
4.      Kloaka (Cloaca)
5.      Usus halus (Intestinum resum)
6.      Pankreas (Pancreas)
7.      Lambung (Ventriculum)


b.      Gambar pembanding Gallus gallus
Keterangan :
1.      Mulut (Cavum oris)
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Usus besar (Intestinum tenuae)
4.      Kloaka (Cloaca)
5.      Usus halus (Intestinum resum)
6.      Pankreas (Pancreas)
7.      Lambung (Ventriculum)

5.      Sistem pencernaan pada Mamalia = Kelinci (Cavia coboya)  
a.       Anatomi Cavia coboya
Keterangan :
1.      Kelenjar air liur
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Hati (Hepar)
4.      Usus (Intestine)
5.      Kolon (Coelon)
6.      Anus
7.      Rectum
8.      Sekum
9.      Pankreas (Pancreas)
10.  Perut (Abdomen)

b.      Gambar pembanding Cavia coboya
Keterangan :
1.      Kelenjar air liur
2.      Kerongkongan (Esophagus)
3.      Hati (Hepar)
4.      Usus (Intestine)
5.      Kolon (Coelon)
6.      Anus
7.      Rectum
8.      Sekum
9.      Pankreas (Pancreas)
10.  Perut (Abdomen)


B.  Pembahasan
1.      Sistem pencernaan Pisces = Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umumnya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus.[1]
Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yangberukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membantu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.[2]
2.      Sistem pencernaan Amphibi = Katak (Rana cancarivora)
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hamper sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung  bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan saluran reproduksi, dan urine.[3]
Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormone yang bermuara pada duodenum.[4]
3.      Sistem pencernaan Reptilia = Buaya (Crocodylus porosus)
Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluranpencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi:
a.    Rongga mulut:
Bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masingmemiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,
b.    Esofagus (Kerongkongan),
Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit
c.    Ventrikulus (Lambung)
Lambung berbentuk kantung  bila terisi makanan akan menjadi lebar.
d.   Intestinum (Usus)
Terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilian memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna   kemerahan). Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.
e.    Kloaka
Kloaka merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan saluran reproduksi, dan urine.[5]
4.      Sistem pencernaan Aves = Ayam (Gallus gallus)
Organ pencernaan pada ayam terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan ayam bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan ayam dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudian menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.  Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdinding tebal. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.[6]
5.      Sistem pencernaan Mamalia = Kelinci (Cavia coboya)
Tidak berbeda dengan hewan sebelumnya, letak perbedaan hanya pada struktur giginya , pada marmot makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung, pada lambung proses fermentasi atau pembusukan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.[7]





[1]Aqsha, 2012, “Laporan Praktikum Sistem Pencernaan” Blog Aqsha. http://aqshabiogger2010. blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-sistem-pencernaan.html (13 Juni 2012).
[2]Aqsha., loc. cit.
[3]Ibid.
[4]Aqsha,. loc. cit.
[5]Aqsha.,  loc. cit.
[6]Aqsha., loc. cit.
[7]Ibid.

BAB V
PENUTUP

A.  Kesimpulan           
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sistem pencernaan pada pisces, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esophagus melalui faring, kemudian makanan di dorong ke lambung, masuk ke usus dan bermuara pada anus. Sistem pencernaan pada amphibi, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esofhagus, menuju ke lambung dank usus bermuara di kloaka. Sistem pencernaan reptile, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esofhagus, menuju ke lambung dank usus bermuara di kloaka. Kemudian system pencenaan pada aves, dimulai dari paruh kemudian rongga mulut, kemudian faring, pada faring terdapat pelebaran pada bagain ini yang disebut tembolok, kemudian ke lambung, usus dan bermuara pada kloaka. Dan terakhir system pencernaan pada mamalia dalam sampel yaitu kelinci makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Kemudian menuju ke usus dan bermuara pada anus.

B.  Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan memperhatikan betul bagian-bagian dari system pencernaan hewan yang diamati.


DAFTAR PUSTAKA


Aqsha, 2012. Laporan Praktikum Sistem Pencernaan. http://aqshabiogger2010. blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-sistem-pencernaan.html (Di akses pada13 Juni 2012).

Arthur dan Goddman. Kamus Pintar Bergambar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Dedi, 2011. Contoh Makalah Sistem Pencernaan. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-pencernaan.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Fahmi, 2011. Makalah Sistem Pencernaan. http://a-my-blogfahmi. blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-pencernaan.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Gunarso, Wisnu. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga, 1979.   
Nature, 2012. Laporan Fiswan Sistem Pencernaan. http://naturelovers-biomuli. \blogspot.com/2012/05/laporan-fiswan-sistem-pencernaan.html (Di akses pada 09 Juni 2012).

Syarifuddin. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran, 2006.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar