Sabtu, 30 Juni 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Sistem Rangka"


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Tubuh manusia maupun hewan lain seperti yang telah kita ketahui memiliki struktur yang kompleks dimana tubuh manusia tersusun atas jaringan-jaringan dasar. Keempat tipe jaringan dasar itu antara lain yakni jaringan epitel, jaringan ikat, otot, dan  jaringan saraf. Selain itu, tubuh manusia juga didukung oleh sistem rangka. Sistem inilah yang menyokong tubuh, termasuk jaringan dasar penyusun tubuh manusia. Peranannya sangat vital bagi tubuh manusia. Rangka pada makhluk hidup memiliki peranan yang sangat penting, diantaranya menyokong tubuh, memberi bentuk pada bangunan tubuh, sebagai alat gerak pasif, dan yang paling penting adalah melindungi organ-organ vital lainnya, seperti tengkorak yang melindungi otak dan ruas-ruas tulang rusuk yang melindungi paru-paru, dan seterusnya.[1]
Sistem rangka sebagai alat gerak pasif mempunyai peranan yang sangat penting, maka sangat perlu sistem ini untuk diketahui struktur, susunan, maupun letaknya. Percobaan sistem rangka dilakukan karena sistem rangka merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Sistem rangka adalah suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Dari pengertian inilah kita dapat  menyimpulkan bahwa tiap organisme memiliki sistem rangka yang berfungsi untuk melindungi dan menyokong tubuh suatu organisme. Akan tetapi penyusun sistem rangka organisme yang berbeda tentunya berbeda pula. Hal ini tergantung pada letak dan fungsi dari rangka-rangka yang menyusun tubuh suatu organisme.[2]
 Adapun hal yang melatarbelakangi praktikum ini yaitu untuk untuk mempelajari struktur histology dari sistem rangka manusia. Untuk memahami secara lebih mendalam mengenai sistem rangka manusia maka dilakukanlah percobaan ini.

B.  Tujuan Percobaan
Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu untuk mempelajari struktur histology dari sistem rangka manusia.

C.  Manfaat Percobaan
Adapun manfaat pada percobaan ini yaitu memgetahui struktur histology dari sistem rangka manusia.




[1]Nature, 2012, “Laporan Fiswan Sistem Rangka” Blog Nature. http://naturelovers-biomuli. blogspot.com/2012/05/laporan-fiswan-sistem-rangka.html (09 Juni 2012).

[2]Nature., loc. cit.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton, dan endoskeleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja, atau keduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringan subdermal, yaitu endoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton ummnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan veretebrata. Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.[1]
Sistem rangka (skelet), fungsi utama memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. Pada invertebrata, dikenal adanya kerangka luar atau eksoskelet seperti pada spons memiliki spikula, siput memiliki cangkang, dan serangga memiliki kerangka luar yang beruas-ruas. Pada vertebrata, secara garis besar rangkanya dibedakan: (a) skelet aksial, meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak, (b) skelet appendikular, meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan, dan gelang pinggul dengan anggota gerak belakang. Tulang terdiri atas sel-sel (osteosit, osteoblas dan osteoklas) dan matriks ekstra selluler yang tersusun dari serat-serat kolagen organic yang tertanam pada substansi dasar dan garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium.[2]
Klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas:
1.    Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis dan epifisis yang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.
2.    Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan berkelompok yang berfungsi memberikan kekuatan kekompakan pada area yang pergerakannya terbatas.
3.    Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk memberikan suatu permukaan yang luas untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan.
4.    Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur tulang yang sama dengan tulang pendek.
5.    Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian yang bersendian yang bersambungan dengan kartilago, ligament, atau tulang lainnya.[3]
Tulang tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, capsula untuk tempat beberapa pasang organon sensoris (olfactory, optic, auditory) dan skeleton viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme. Tengkorak (tempurung) kepala melekat dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena itu ikan tidak bisa memutar kepalanya. Gigi biasanya terdapat pada tulang premaxillary dentary, vomer dan tulang palatina[4]
Chondrichthyes memiliki tulang kartilago kranium sempurna, organ pembau dan kapsul optic tergabung menjadi satu. Eksoskeleton ostracodermi mempunyai kesamaan dengan dentin pada kulit Elasmobrachii yang merupakan mantel keras seperti email pada gigi Verterata. Di bawah lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan tulang sponge dan di bawahnya lagi terdapat tulang padat. Kartilago palate quadrat dan kartilago Meckel adalah tulang rawan yang akan membentuk rahang atas dan rahang bawah. Ikan hiu dan ikan pari, rahangnya bersendi pada tulang ke posterior atau pada elemen hiomandibula dari lengkung insang ke 2.[5]
Skeleton Aves bila dibandingkan dengan Reptilia dan Mamalia merupakan tulang yang berongga dan ringan. Hal ini merupakan modifikasi untuk terbang. Aves adalah bipedal. Tulang tempurungnya pada hewan yang masih muda terpisah satu dengan lainnya; setelah tua bersenyawa menjadi satu . tulang tempurung kepala terdiri atas kotak otak yang bulat, rongga mata dan rahang (Maxilla) yang terproyeksi ke luar sebagai paruh, rahang bawah (Mandibula) bersendi dengan quadrat yang mudah digerakkan. Persendian antara tulang kepala dan leher dengan sebuah sistem condyl (condylus occipitalis).[6]



[1]Nature, 2012, “Laporan Fiswan Sistem Rangka” Blog Nature. http://naturelovers-biomuli. blogspot.com/2012/05/laporan-fiswan-sistem-rangka.html (09 Juni 2012).
[2]Dedi, 2011, “Contoh Makalah Sistem Rangka” Blog Dedi. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-rangka.html (27 Mei 2012).
[3]Syarifuddin, Anatomi Fisiologi (Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2006), h. 145.

[4]Wisnu Gunarso, Dasar-Dasar Histologi (Jakarta: Erlangga, 1979), h. 215.

[5]Fahmi, 2011, “Makalah Sistem Rangka” Blog Fahmi. http://a-my-blogfahmi.blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-rangka.html (27 Mei 2012).
[6]Arthur dan Goddman, Kamus Sains Bergambar (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), h. 135.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN


A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini yaitu :
Hari/tanggal            : Rabu/ 13 Juni 2012
Pukul                      : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Zoologi Lantai II
                                 Fakultas Sains dan Teknologi
                                 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                 Samata – Gowa.

B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu kertas HVS dan alat tulis.
2.      Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu alat peraga manusia yang meliputi tulang anggota badan, tulang ekstrimitas atas dan eksrimitas bawah, tulang tempurung kepala dan tulang wajah.


C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :
1.      Pengamatan tulang-tulang penyusun tengkorak
a.       Mengamati tulang tempurung kepala seperti Os frontal, Os pariental, Os occipital, Os spinoidal dan Os temporal.
b.      Mengamati tulang wajah seperti Maksilla, Mandibula, Os zigomaticum, Os nasale, Os lacrimale, dan Os vomer.
2.      Pengamatan tulang-tulang penyusun anggota badan
a.       Mengamati tulang belakang seperti Vertebra cervicales, Vertebra toracales, Vetebra lumbalis, Os sacrum dan Os cocigrus.
b.      Mengamati tulang dada seperti Mandibrium sterni, menagamati pula tulang rusuk seperti Costa vera, Costa spuria, dan Costa flectuantes.
3.      Pengamatan tulang anggota gerak
a.       Mengamati tulang anggota gerak bagian atas yang terdiri atas Scapula, Clavicula, Humerus, Ulna, Radius, Os carpal, Metacarpal, dan Phalanges.
b.      Mengamati tulang anggota gerak bagian bawah yang terdiri dari Ilium, Iscium, Pubis, Femur, Patella tibia, Fibula, Tarsal, Metatarsal, Calcaneus dan Phalanges.
c.       Menggambar hasil pengamatan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
1.      Rangka tubuh manusia



















Keterangan:
1.    Os parietal (ubun-ubun)
2.    Os frontal (tulang dahi)
3.    Os zigomatikum (tulang pipih)
4.    Maksilla (rahang atas)
5.    Klavikula (tulang bahu)
6.    Sternum (tulang dada)
7.    Costa vera (tulang rusuk sejati)
8.    Costa vuria (tulang rusuk palsu)
9.    Costa fluctuates (tulang rusuk melayang)
10.     Illium (tulang panggul)
11.     Ischium (tulang panggul)
12.     Koksi (tulang ekor)
13.     Os pubis (tulang kemaluan)
14.     Metatarsal (telapak kaki)
15.     Phalanges (jari-jari)
16.     Tarsal (pergelangan kaki)
17.     Tibia (tungkai bawah)
18.     Patella (tulang lutut)
19.     Femur (paha)
20.     Phalanges (jari-jari)
21.     Metacarpal (telapak tangan)
22.     Carpal (tangan)
23.     Ulna (tulang hasta)
24.     Radius (tulang pengumpil)
25.     Vertebrae lumbalis (tulang pinggang)
26.     Prosesus hipoideus (lengan)
27.     Humerus (tulang panjang pada lengan atas)
28.     Vertebrae servikalis (tulang leher)
29.     Mandibula (tulang rahang bawah)
30.     Os nasal (tulang hidung)
31.     Os temporal (tulang pelipis)
32.     Os etmoid (tulang mata)
2.      Tulang tempurung kepala (Kranium)











Keterangan :
1.      Os pariental (tulang ubun-ubun)
2.      Os frontal (tulang dahi)
3.      Os lacrimal (tulang air mata)
4.      Os nasal (tulang hidung)
5.      Maksilla (tulang rahang atas)
6.      Mandibula (tulang rahang bawah)
7.      Os temporal (tulang pelipis)
8.      Os zigomatikum (tulang pipi)
9.      Os oksipital (tulang belakang tengkorak)
3.      Tulang wajah










Keterangan :
1.      Os parietal (tulang ubun-ubun)
2.      Os temporal (tulang pelipis)
3.      Vomer (sekat hidung)
4.      Mandibula (tulang rahang bawah)
5.      Maksilla (tulang rahang atas)
6.      Os zigomatikum (tulang pipi)
7.      Os nasal (tulang hidung)
8.      Os lacrimal (tulang air mata)
9.      Os frontal (tulang dahi)
4.      Tulang eksrimitas atas










            Keterangan :
1.    Scapula (tulang berbentuk pipih)
2.    Ulna (tulang hasta)
3.    Carpal (tulang tangan)
4.    Metacarpal (tulang telapak tangan)
5.    Phalanges (jari-jari)
6.    Radius (tulang pengumpil)
7.    Humerus (tulang panjang)
5.      Tulang eksrimitas bawah











              Keterangan :
1.      Femur (tulang paha)
2.      Patella (tulang lutut)
3.      Fibula (tulang tangkai bawah)
4.      Tarsal (pergelangan kaki)
5.      Metatarsal (tulang telapak kaki)
6.      Phalanges (jari-jari)
7.      Tibia (betis)
8.      Os pubis (tulang kemaluan)


B.  Pembahasan 
1.      Pengamatan sistem rangka tubuh manusia
Pada pengamatan pertama, kita mengamati rangka manusia. Yang diamati  adalah tulang-tulang penyusun tempurung kepala, tulang penyusun anggota badan, tulang belakang, ekstremitas superior, dan ekstremitas inferior. Pada tulang tengkorak terdiri atas os frontal, os ethomoidal, os nasal, os spenoidal yaitu berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji, palatinum (tulang langit-langit) yaitu menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut, os lacrimal yaitu sekat tulang pipi atau tulang kelenjar air mata, os zigomaticum yaitu tulang pipi, os maxilla yaitu menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit, os mandibula yaitu menempel pada tulang tengkorak bagian temporal, os oxipeta yaitu daerah belakang dari tengkorak, os temporal yaitu tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga, bagian os parietal yaitu tulang dahi dan  bagian ethmoid yaitu tulang yang menyusun rongga hidung. Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan, melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan membantu pernapasan. Ruas-ruas tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. Ke 33 buah tulang tersebut terbagi atas 5 bagian yaitu:
a.       Columna cervicalis     :  7 buah
Tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan.
b.      Columna thoracalis     : 12 buah
Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk. Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu: Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan. Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang.
c.       Columna lumbalis       : 5 buah
Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot.
d.       Columna sacralis       : 5 buah
Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.
e.       Columna coccigialis    : 4 buah
Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.[1]
Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan. Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu: tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua. Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh. Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan.[2]
Untuk tulang penyusun anggota badan terdapat bagian-bagian berupa os clavicula, os manubrium, os corpus sterni, os prosessus xypodeus, os illium, os ischium, os pubicum,os costa fluktuantes os costa spuria, dan os costa vera. Pada ekstremitas superior terdiri atas bagian-bagian yaitu : os humerus/ tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna, os ulna radius/ pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna, os carpal/ pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen, os metacarpal/ telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (phalanges), os phalanges/ (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah, distal phalanges, medial phalanges, proksimal phalanges, prosessus stiloideus ulna, tuberositas radi, dan trochlea humeri.[3]
Sedangkan pada ekstremitas inferior terdiri atas os femur/ tulang paha yaitu termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut., os patella/ tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut, os tibia dan os fibula/ tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot. Os tarsal/tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit. Os metatarsal/tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang tersesun mendatar. Os phalanges/ tulang jari-jari tangan. Setiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 14 tulang., os calcaneus, os maleolus lateral, dan maleolus medial.[4]
2.      Pengamatan tulang tempurung kepala
Tengkorak tersusun atas tulang kranial dan tulang wajah. Tulang kranial tersebut meliputi:
a.    Os frontal
Tulang frontal merupakan tulang kranial yang berada di sisi anterior, berbatasan dengan tulang parietal melalui sutura koronalis. Pada tulang frontal ini terdapat suatu sinus (rongga) yang disebut sinus frontalis, yang terhubung dengan rongga hidung.
b.    Os temporal
Terdapat dua tulang temporal di setiap  sisi lateral tengkorak. Antara tulang temporal dan tulang parietal dibatasi oleh sutura skuamosa. Persambungan antara tulang temporal dan tulang zigomatikum disebut sebagai prosesus zigomatikum. Selain itu terdapat prosesus mastoid (suatu penonjolan di belakang saluran telinga) dan meatus akustikus eksternus (liang telinga).
c.    Tulang parietal
Terdapat dua tulang parietal, yang dipisahkan satu sama lain melalui sutura sagitalis. Sedangkan sutura skuamosa memisahkan tulang parietal dan tulang temporal.
d.   Tulang oksipital
Tulang oksipital merupakan tulang yang terletak di sisi belakang tengkorak. Antara tulang oksipital dan tulang parietal dipisahkan oleh sutura lambdoid. Di dasar tulang oksipital terdapat foramen magnum, suatu foramen yang menghubungkan otak dan medula spinalis. Di sisi foramen magnum terdapat condyles, suatu penonjolan yang menghubungkan oksipital dengan tulang atlas (C1).
e.    Tulang sphenoid
Tulang sphenoid merupakan tulang yang membentang dari sisi fronto-parieto-temporal yang satu ke sisi yang lain. Secara umum tulang sphenoid dibagi menjadi greater wing dan lesser wing, di mana greater wing berada lebih lateral dibanding lesser wing. Kanalis optikus dibentuk oleh tulang ini (lesser wing). Selain itu terdapat juga sella turcica (yang melindungi kelenjar hipofisis) dan sinus sphenoid (suatu sinus yang membuka ke rongga hidung).
f.     Tulang ethmoid
Tulang ethmoid merupakan tulang yang berada di belakang tulang nasal dan lakrimal. Beberapa bagian dari tulang ethmoid adalah crista galli (proyeksi superior untuk perlekatan meninges), cribriform plate (dasar crista galli, dengan foramen olfaktori yang melewatkan nervus olfaktori), perpendicular plate (bagian dari nasal septum) dan konka. Selain itu terdapat juga sinus ethmoid, yang membuka ke rongga hidung.[5]
Sedangkan tulang wajah meliputi:
a.      Os mandibula
Mandibula merupakan tulang rahang bawah, yang berartikulasi dengan tulang temporal melalui prosesus kondilar.
b.      Os maksilla
Tulang maksila merupakan tulang rahang atas. Maksilla meliputi antara lain prosesus palatin yang membentuk bagian anterior palatum dan prosesus alveolar yang memegang gigi bagian atas.
c.       Os nasal
Tulang nasal merupakan tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang maksila.
d.      Os lacrimal
Tulang lacrimal merupakan tulang yang berbatasan dengan tulang ethmoid dan tulang maksila, berhubungan duktus nasolakrimal sebagai saluran air mata.
e.       Os zigomatikum
Tulang zigomatikum merupakan tulang pipi, yang berartikulasi dengan tulang frontal, temporal dan maksila.
f.       Tulang palatin
Tulang palatin merupakan tulang yang membentuk bagian posterior palatum.
g.      Tulang vomer
Tulang vomer merupakan bagian bawah nasal septum (sekat hidung).[6]
3.      Pengamatan tulang wajah
Tulang wajah merupakan salah satu bagian dari tubuh yang melindungi bagian wajah yang terdiri atas parietal yang merupakan ubun-ubun, dimana parietal dipisahkan satu sama lain melalui sutura segitalis. Temporal yang merupakan dua tulang dari setiap sisi lateral tengkorak. Vomer merupakan bagian bawah nasal septum (sekat hidung). Mandibula merupakan tulang rahang yang berartikulasi dengan tulang temporal melalui prosesus kondiler. Maksilla merupakan tulang rahang atas. Os zigomatikum merupakan tulang pipi yang berartikulasi dengan tulang frontal, temporal dan maksilla. Os nasal yang merupakan tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang etmoid. Os lacrimal yang merupakan tulang yang berbatasan dengan tulang etmoid dan tulang maksilla, berhubungan dectus nasolakrimal, sebagai saluran air mata. Frontal yang merupakan tulang cranial yang berada disisi anterior dan berbatasan dengan tulang parietal melalui saluran koronalis.[7]
4.      Tulang eksrimitas atas
Pada pengamatan ini, tulang eksrimitas atas terdiri atas bagian-bagian yaitu scapula yang merupakan tulang yang terletak disebelah posterior ujung kostal dan berbetuk pipih seperti segitiga. Ulna merupakan tulang tulang yang terletak disis medial pada posisi anatomis. Carpal yang terdiri dari 8 tulang pendek yang berartukulasi dengan ujung distal ulna dan radius serta dengan ujung proksimal dari tulang metacarpal. Metacarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat dipergelangan tangan dan bagian proksimalnya berartikulasi dengan bagian distal tulang-tulang carpal. Phalanges merupakan tulang-tulang jari. Radius yang merupakan tulang lengan bawah yang terletak disisi lateral pada posisi anatomis. Humerus yang merupakan tulang panjang pada lengan atas yang berhubungan dengan akapula melalui fossa glenoid.[8]
5.      Pengamatan tulang eksrimitas bawah
Tulang eksrimitas bawah adalah tulang yang membantu pergerakan dengan cara memberikan sesuatu yang kuat dan tegaar pada otot untuk bekerja melawannya. Tulang eksrimitas bawah terdiri atas femur yang merupakan tulang betis. Patella merupakan tulang yang terdapat di persendian lutut. Fibula merupakan merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih lateral dibandingkan dengan tibia. Tarsal yang merupakan bagian 7 tulang yang membentuk artikulasi dengan fibula dan tibia. Metatarsal yang merupakan 5 tulang yang berartikulasi dengan tarsal di proksimal dan dengan tulang phalanges di distal. Phalanges yang merupakan tulang jari-jari kaki. Tibia merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih medial dibanding dengan fibula. Pelvis yang merupakan sepasang tulang panggul yang merupakan tulang pipi.[9]




[1]“Anatomi Sistem Rangka”, Sectiocadaveris. http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/anatomi-sistem-rangka/ (13 Juni 2012).
[2]Ibid.
[3]Sectiocadaveris,. Loc. cit.
[4]Sectiocadaveris., loc. cit.
[5]Sectiocadaveris., loc. cit.
[6]Sectiocadaveris., loc. cit.
[7]Sectiocadaveris,. Loc. cit.
[8]Ibid.
[9]Sectiocadaveris., loc. cit.

BAB V
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota (rangka appendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (kosta), dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) dengan rangka anggota belakang. Pada rangka tengkorak terdiri atas tengkorak tersusun atas tulang kranial dan tulang wajah. Tulang kranial tersebut meliputi tulang frontal, tulang parietal, tulang oksipital, tulang sphenoid, dan tulang ethmoid, sedangkan pada tulang wajah terdiri atas tulang mandibula, tulang maksilla, tulang nasal, tulang zigomatikum, tulang palatin, dan tulang vomer. Pada rangka dada terdiri atas tulang scapula, tulang klavikula, tulang sternum, dan tulang-tulang kostal.

B.  Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan memperhatikan betul bagian-bagian dari system rangka yang diamati.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Anatomi Sistem Rangka. http://sectiocadaveris. wordpress. com/artikel-kedokteran/anatomi-sistem-rangka/ (Di akses pada 13 Juni 2012).

Arthur dan Goddman. Kamus Pintar Bergambar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Dedi, 2011. Contoh Makalah Sistem Rangka. http://dedi-ilmukeperawatan. blogspot.com/2011/12/contoh-makalah-sistem-rangka.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Fahmi, 2011. Makalah Sistem Rangka. http://a-my-blogfahmi. blogspot. com/2011/04/makalah-sistem-rangka.html (Di akses pada 27 Mei 2012).

Gunarso, Wisnu. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga, 1979.   
Nature, 2012. Laporan Fiswan Sistem Rangka. http://naturelovers-biomuli. \blogspot.com/2012/05/laporan-fiswan-sistem-rangka.html (Di akses pada 09 Juni 2012).

Syarifuddin. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran, 2006.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar