Sabtu, 30 Juni 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Jaringan Ikat, Rawan dan Tulang"


BAB I
PENDAHULUAN 

A.  Latar Belakang
Tulang terbuat dari jalinan serat-serat protein (kalogen) yang berisi kalsium dan fosfat, tulang bersifat kuat dan hidup. Tulang secara terus-menerus mengubah modelnya sendiri, dan 10 % massanya diganti setiap tahun. Proses ini melibatkan beberapa sel (osteoklas) yang merombak tulang, sementara sel lainnya (osteoblas) membangun tulang baru.[1]
Rangka memiliki dua tipe tulang yaitu tulang kompak dan tulang spons. Tulang kompak terbuat dari tabung-tabung halus (osteon), membentuk lapisan luar yang kuat.. tulang spons menyusun lapisan sebelah dalam  yang lebih ringan. Sum-sum tulang sering ditemukan di dalam pori-pori tulang spons dan ruang sentral (rongga medula) tulang panjang. Sum-sum merah membuat sel-sel darah, sementara sum-sum kuning menimbun lemak.[2]
Untuk lebih mengetahui dan memahami hal-hal sehubungan dengan jaringan ikat, rawan dan tulang, maka dilakukanlah praktikum dengan penggunaan suatu alat yaitru mikroskop. Agar lebih mempermudah mahasiswa mengetahui dengan tidak hanya mempelajari handbooknya.

B.  Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengamati jenis-jenis dari jaringan ikat, rawan dan tulang.

C.  Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar dapat mengetahui jenis-jenis dari jaringan ikat, rawan dan tulang.



[1]Anonim, 2012, “Laporan Struktur Jarigan Hewan,” Blog goresan Tangan Sederhana.  http://goresantangansederhana.blogspot.com/2012/05/laporan-struktur-hewan-jaringan.html (15 Mei 2012).

[2]Ibid.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan yaitu struktur yang dibentuk oleh sekumpulan sel-sel yang biasanya memiliki sifat-sifat morfologis dan fungsi yang sama. Pada hewan multiseluler, dikenal ada empat jenis jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan penyambung atau jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Ciri khas dari jaringan ikat adalah mempunyai komponen seluler yang sedikit bila dibandingkan dengan substansi interselulernya. Pada jaringan ikat dikenal ada tiga macam serabut, yaitu serabut kolagen, serbut elastic, dan serabut retikuler. Serabut-serabut tersebut terendam didalam cairan interselluler. Elemen selulernya sangat bervariasi. Sel-selnya dapat berupa fibroblast, fibrosit, megrofag, dan sebagainya.[1]
Jaringan ikat terdapat pada berbagai bentuk, tetapi dicirikan oleh matriks ekstraselulernya tempat sel-selnya berada. Bentuk-bentuk jaringan ikat adalah darah, kartilago atau dalam lacuna (ruang kosong) dalam matriks yang padat. Elastisitas bagi tubuh dan kerap kali menghubungkan satu jaringan lain misalnya tendon yang meletakkan otot ke tulang.[2]
Adapun fungsi dari jaringan ikat yaitu :
1.      Sebagai penyokong, pengikat, dan pengisi.
2.      Sebagai pembungkus.
Jaringan ikat membungkus jaringan lain, biasanya merupakan bentuk selaput atau kapsul yang mengelilingi organ tubuh misalnya kapsula dan ginjal.
3.      Sebagai penyimpanan
Berbagai jenis lipida yang penting sebagai cadangan makanan disimpan dalam bentuk adipose yang kaya dengan glikosaminoglikan. Jaringan ikat kendur berfungsi sebagai penyimpanan cadangan air dan elektrolit terutama ion Na+.
4.      Sebagai pertahanan
Peranan jaringan penyambung dalam pertahanan tergantung pada komponen selulernya. Jaringan penyambung mengandung sel-sel fagositik yang disebut makrofag yang mampu memakan partikel-partikel dan mikroorganisme yang masuk dalam tubuh.
5.      Sebagai perbaikan
Kemampuan regenerasi jaringan penyambung yang tinggi dapat dengan mudah memperbaiki jaringan yang mengalami implamasi atau rusak (luka).
6.      Sebagai transportasi
Ada hubungan yang erat antara kapiler darah, pembuluh darah dan jaringan ikat. Kedua pembuluh selalu dihubungkan oleh jaringan penyambung yang membantu membawa nutrisi dan pembuluh darah ke jaringan yang lain.


7.      Sebagai nutrisi.
Matriks jaringan penyambung berfungsi sebagai media dimana nutrient dan sampah metabolisme dipertukarkan diantara sel-sel dan suplai darah yang mengandung zat-zat gizi.[3]
Jaringan tulang rawan (kartilago) adalah jaringan yang banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Tersusun dari sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang berkembang dari bakal sel tulang rawan (kondroblas). Kondrosit meghasilkan matriks. Berdasarkan matriksnya, tulang rawan dikelompokkan menjadi :
a.    Tulang rawan hialin : berwarna putih kebiru-biruan dan transparan, matriksnya mengandung banyak serat kolagen berdaya lentur yang tinggi, merupakan penunjang utama tubuh saat embrio (bayi), sedangkan pada saat dewasa hanya ditemukan di persendian, saluran pernafasan, laring, hidung dan antara ujung tulang rusuk dan tulang dada.
b.    Tulang rawan elastis : berwarna kuning dengan serabut elastin pada matriksnya, agak kaku tapi elastis, ditemukan pada daun telinga, epiglotis dan tuba eustachius;
c.       Tulang rawan fibrosa, berwana gelap, matriksnya mengandung lebih banyak serat kolagen dibanding tulang rawan hialin, ditemukan diantara tulang-tulang belakang (vertebrae) dan pada simfisis pubis (tulang kemaluan).[4]
Jaringan tulang sejati merupakan jaringan yang memiliki kerangka yang menyokong tubuh dan merupakan jaringan ikat serta mengandung mineral. Sel-sel pembentuk tulang yaitu osteoblas yang merupakan yang mengeksresikan matriks dan kolagen serta kondroitin yaitu sel yang terdapat pada lacuna (rongga) pada tulang rawan. Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan juga sebagai tempat melekatnya otot kerangka.[5]


[1]Rika Yustika, “Jaringan Ikat Rawan dan Tulang,” Blog Rika Yustika. http://rikayustika12. blogspot.com/2012/04/jaringan-ikat-rawan-dan-tulang.html (15 Mei 2012).

[2]Fried H George, Teori dan Soal-Soal (Jakarta, Erlangga, 1999), h. 42.
[3]Yusminah Hala, Biologi Umum Dua (Makassar: Alauddin Press, 2001), h. 83.

[4]“Jaringan Ikat pada Hewan”, Artikel Bagus. http://www.artikelbagus.com/2011/11/jaringan-ikat-pada-hewan.html (19 Mei 2012).
[5]Arifin Gunawijaya, Buku Teks Histologi (Jakarta: Binapura Aksara, 1994), h. 151. 


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN 


A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya percobaan ini yaitu :
Hari/tanggal            : Rabu/23 Mei 2012
Pukul                      : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Zoologi Lantai II
                          Fakultas Sains dan Teknologi
                          Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                      Samata – Gowa.  


B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu kain planel dan mikroskop.
2.      Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu preparat Fibrocartilago section, Foetal head ossification, Human Bone, Human Brown Skin/Human Skin, dan tulang rawan hialin.



C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :
1.    Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.    Mengamati bahan satu persatu dibawah mikroskop.
3.    Menggambar hasil pengamatan dan memperhatikan perbesaran yang digunakan, mewarnai dan memberi keterangan.
4.    Membersihkan meja praktikum sebelum meninggalkan laboratorium.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
1.      Pengamatan jaringan ikat padat tidak teratur
Preparat            : Human Brown Skin
Perbesaran        : 10 x 0,25
                                                                                     Keterangan :
1.      Lemak
2.      Kelenjar minyak
3.      Kelenjar sebaceous
4.      Kelenjar keringat



Gambar referensi
                                                                                    Keterangan :
1.      Jaringan ikat
2.      Inti sel
3.      Serabut kolagen
4.      Fibroblas



2.      Pengamatan jaringan tulang rawan (rawan serabut)
Preparat            : Fibrocartilago section
                                                                                     Keterangan :
1.      Serabut kolagen
2.      Kondrosit dalam lakuna
3.      Lakuna  




3.      Pengamatan jaringan ulang rawan hialin
Preparat            : tulang rawan hyaline
Perbesaran        : 10 x 0,25
                                                                                     Keterangan :
1.      Membran
2.      Serat kolagen







Gambar referensi
                                                                               Keterangan :
1.      Matriks
2.      Lakuna
3.      Kondrosit
4.      Serat kolagen





4. Pengamatan perkembangan tulang secara intramembran
Preparat                         : Foetal Head Ossification
                                                                                       Keterangan :
1.      Serat elastis
2.      Serat retikuler
3.      Serat berkolagen
4.      Fibroblas
5.      Makrofag





5.    Pengamatan struktur hystologi tulang
Preparat             : Human Bone
Perbesaran         : 10 x 0,25
                                                                           Keterangan :
1.      Saluran pusat
2.      Matriks
3.      Lamella

 
B.  Pembahasan
1.      Pengamatan jaringan ikat tidak teratur
Jaringan Ikat Padat teratur ditandai dengan serat kolagen yang tersusun teratur. Terdapat pada tendon dan stroma kornea. Pada gambar hasil pengamatan terdapat kelenjar minyak yang merupakan kelenjar mikroskopik yang berada tepat di bawah kulit yang mengeluarkan minyak yang disebut sebum, kelejar sebaceous yang merupakan bagian dari unit Pilosebaseous yang terdiri dari folikel rambut (kantung rambut) dan rambut dan juga kelenjar keringat yang berupa pipa terpilin yang memanjang dari epidermis masuk kebagian dermis.[1]
Adapun pada referensi gambar, pada kulit mamalia terdapat jaringan epitalium yang merupakan lapisan paling luar yang melindungi bagian kulit dalam dimana terdapat serabut kolagen dengan deretan fibroblast. Selain itu, terdapat juga inti sel dan membran basal pada organ. Saluran pusat yang mengandung pembuluh darah dan saraf yang menyediakan kebutuhan dari tulang sejati.[2]
2.      Pengamatan jaringan tulang rawan serabut
Pada pengamatan ini, permukaan tiap tulang terdapat lapisan fibrosa tipis yang disebut dengan periosteum yaitu tempat otot-otot terkait dengan perantaraan tendon. Periosteum mengandung sel, yang beberapa di antaranya berubah menjadi osteoblas dan menghasilkan protein dan garam untuk pertumbuhan dan perbaikan tulang. Kebanyakan tulang tidak padat tetapi rongga sumsum. Matriks tulang yang tampak padat itu ditembus oleh sejumlah besar saluran mikroskopik (saluran Havers) tempat terdapat pembuluh darah dan saraf menghidupi sel tulang.[3]
3.      Pengamatan jaringan rawan hialin
Pada matriks tulang rawan hialin ditemukan ditemukan konsentrasi yang mempunyai daya elastis yang tinggi. Jaringan ini ditemukan pada permukaan sendi pada sendi yang bergerak, dinding jalan nafars yang lebih besar, tempat beratikulasi sternum dan pada lempeng epifisis dimana berfungsi untuk pertumbuhan panjang tulang.[4]
Selain itu, unit kolagen yang membentuk serabut terdiri atas satu heliks dari rantai peptida yang saling melingkar dalam satu dalam suatu superkabel dan dihubungkan oleh ikatan hydrogen. Dalam preparat hidup, serabut kolagen berwarna keputih-putihan, jarang bercabang, sangat lentur dan relatif tidak elastic setelah putaran dan kelok-keloknya diluruskan.[5]
4.      Pengamatan perkembangan tulang secara integument
Pada pengamatan ini, kerangka yang menyokong tubuh sebagian besar vertebrata dan terbuat dari tulang sejati (Bone), suatu jaringan bermineral. Sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas mendeposit suatu matriks kolagen. Bone Ground tersusun atas lamella yang dibentuk oleh serabut kolagen yang mengelilingi suatu saluran yang disebut saluran Havers. Saluran Havers dan lamella yang tersusun konsentrsi disebut sistem Havers.[6]
5.      Pengamatan struktur histology tulang
Pada pengamatan ini, terlihat jelas sistem havers, kanalikuli, lakuna, saluran havers, lamella konsentralis. Endosteum mempunyai komponen-komponen yang sama dengan periosteum hanya lebih tipis. Berbatasan dengan periosteum terdapat lamela tulang sirkumferensial luar (lamela periosteum) yang terdiri atas lamela tulang yang tersusun sejajar dengan permukaan luar tulang, sedangkan berbatasan dengan endosteum terdapat lamela tulang sirkumferensial dalam (lamela endosteum) yang terdiri atas lamela tulang yang sejajar dengan permukaan dalam tulang. Pada tulang kompak dikenal sistem Havers. Sistem Havers dibangun oleh saluran Havers yang dikelilingi oleh lamela Havers secara konsentris. Diantara lamela havers terdapat rongga-rongga kecil yang disebut lakuna, tempat osteosit.[7]
 



[1]“Kulit Epidermis”, Princilia Beauty. http://www.princiliabeauty.com/kulit-epidermis. html (25 Mei 2012).
[2]Ibid.

[3]Ville, Barnes, dan Walker, Zoologi Umum (Jakarta: Erlangga, 1984), h. 61.
[4]“Kulit Epidermis”, Princilia Beauty. http://www.princiliabeauty.com/kulit-epidermis. html (25 Mei 2012).

[5]Ville, Barnes, dan Walker., op. cit., h. 60.

(25 Mei 2012).
[7]Ibid.


BAB V
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada percobaan ini yaitu jenis-jenis dari jaringan ikat ada tiga yaitu jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat dan juga jaringan campuran. Jaringan rawan terbagi menjadi rawan hialin, rawan elastis dan rawan serabut sedangkan pada jaringan tulang dikelompokkan menjadi tulang kompak dan tulang bunga karang.

B.  Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu dalam mengamati jenis-jenis jaringan ikat, rawan dan tulang harus dilakukan secara teliti agar mendapatkan hasil yang maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. Jaringan Ikat Padat. http://www. artikelbagus. com/2011/11/jaringan-ikat-pada-hewan. html (19 Mei 2012).

George, Fried H. Teori dan Soal-Soal. Jakarta: Erlangga, 1999.

Gunawijaya, Arifin. Teks Histologi. Jakarta: Binapura Aksara, 1994.

Hala, Yusminah. Biologi Umum Dua. Makassar: Alauddin Press, 2011.
Yustika, Rika, 2012. Jaringan Ikat Rawan dan Tulang. http://rikayustika12.blogspot.com/2012/04/jaringan-ikat-rawan-dan-tulang.html (15 Mei 2012).






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar